Senin, 28 Januari 2013

Mengungkap Tempat Lahir Ikan Hiu Melalui Siripnya

Perdagangan sirip ikan Hiu kini merambah di beberapa negara. Seperti di China, sup sirip ikan Hiu sangat digemari di sana, tak heran jutaan sirip ikan Hiu terjual setiap tahunnya demi memenuhi kebutuhan konsumen.  Namun sangat mustahil menentukan hiu perairan mana yang terancam punah oleh praktik perdagangan ini. Seperti dikutip okezone.com

Minggu, 13 Januari 2013

Mengapa Hiu Menyerang: Sebuah Kasus Identitas keliru

Jennifer Viegas 
Hiu, rata-rata, menyerang dan membunuh 10 manusia per tahun. Sedangkan manusia, sebaliknya, menurut Florida Museum of Natural History’s Department of Ichthyology, setiap tahunnya membunuh sekitar 20 sampai 30 juta hiu. Itu perkiraan kematian hiu, berdasarkan commercial and sport fishing landings, bahkan bisa menjadi konservatif. Setelah 400 juta tahun hiu berevolusi, kita, manusia, berpotensi dapat menghapus hiu di dunia dalam waktu satu abad ini.

Faktanya, bagaimanapun juga, hiu dapat menyebabkan kematian manusia. Anjing, secara tradisional, berwatak halus namun dapat membunuh orang juga. Tapi sifat serangan hiu tampaknya mempesona dan membuat kita lebih takut. Pada tahun 2011, dua peselancar dari Meksiko dan California kehilangan nyawa mereka setelah pendarahan hebat karena gigitan hiu. Serangan hiu terhadap manusia tampaknya akan stabil, menurun, atau bahkan meningkat, tergantung pada wilayahnya.

Ikan Hiu, Spesies Penyelamat Umat Manusia?

Sebuah senyawa kimia yang ditemukan pada ikan hiu dogfish (Squalus acanthias) ternyata bisa membantu para ilmuwan mengembangkan senjata untuk melawan virus yang menyerang manusia. Temuan ini diungkapkan oleh peneliti dari Georgetown University Medical Center.

Peneliti menyebutkan, hiu dogfish memiliki kekebalan alami terhadap infeksi akibat virus karena memiliki senyawa yang disebut squalamine yang mampu mengatasi bakteria. Kemungkinan, squalamine juga dapat membunuh berbagai virus yang lazim menyerang manusia dan hewan lain.